Sekilas tentang cinta ayah
Cintanya yang kadang tak
terlihat, seakan acuh tapi menyimpan do’a suci dalam sujud tulusnya.
Ada cinta ayah yang mengendap di
samping cinta ibu yang meluap. Kadang ayah hanya tersenyum saat ibu sibuk
mencium anaknya, kadang ayah hanya haru tertunduk saat ibu dengan eratnya
memeluk. Bukan karena tak sayang, beliau hanya tak tau bagaimana cara
menyampaikna rasa cintanya.
Dan ini sepenggal kisah ayah yang
pernah hidup susah tapi tak menyusahkan, hidup sengsara tapi berusaha agar
anaknya tak pernah sengsara.
Aku memanggilnya bapak, bapak
yang aku tahu tak pernah sungkan membantu meski keadaannya sangat terpuruk.
Bahkan beliau pernah rela meminjamkan surat tanah rumah kami yang kurang dari
sederhana itu. Aduhai, aku tak pernah mengerti sebesar apa rasa kasihan bapak
kepada orang lain.
Saat aku kecil, bapak pernah
bilang “kalau berani lawan, kalo ga berani mending diam”. Bapak bukan mengajari
anak-anaknya kekerasan, bukan..hanya saja bapak ingin anaknya lebih berani,
bapak tau kalo hidup ini terlalu keras. Tapi bagi bapak hidup keras bukan
berarti hati kita mengeras seperti batu. Bapak bukan sarjana, bukan pejabat
hanya aku tahu bapak tak pernah curang dalam berdagang, aku tahu kalau bapak
selalu bersikap ramah kepada para pelanggan, aku tahu bapak selalu berusaha
keras untuk menghidupi kami keluarganya.
Aku ingat saat bapak menangis di
kuburan nenek, aku ingat saat bapak menangis dan bersujud syukur saat berhasil
melunasi hutang saudaranya yang menggadaikan rumah kami, aku ingat saat bapak
menangis karena kaka sakit yang aneh, aku ingat saat bapak menangis setiap hari
raya saat aku dan kaka ku sungkeman. Bapak melafalkan harapan-harapan besar dan
do’a-do’a tulus untuk kami. Bapak itu tegar namun berhati lembut.
Bapak yang sedari kecil tidak
pernah diurus orang tuanya, tidak disekolahkan dan dipilih kasih tapi bapak
juga yang paling rajin mengurus orang tua ny saat sudah renta, menjamin
hidupnya, mengurusi pemakamannya serta membiayai semua keperluannya dan satu
hal bapak tidak menerima sepeser pun warisan orang tuanya.
Saat kepergianku merantau ke kota
pelajar, bapak tidak pernah menampakkan air mata kesedihannya, tapi aku tau
bapak merasa kehilangan. Bapak menutupi kesedihannya dengan gurauan-gurauan
kecil agar kami tak berlarut dalam kesedihan.
Bapak, terimakasih atas rasa
cinta yang besar dan tersembunyi, how much I Love you J

0 komentar:
Posting Komentar